aturan minum teh untuk anak

Aturan Minum Teh untuk Anak yang Aman dan Bermanfaat

Pada dasarnya semua kalangan bisa minum teh tidak terkecuali untuk anak-anak, namun memang ada aturan minum teh untuk anak yang perlu diperhatikan.

Terbiasa minum teh akan memberi asupan antioksidan maupun nutrisi lain dari daun teh.

Hanya saja teh juga memiliki sifat merugikan ketika diminum berlebihan, misal dari kandungan kafeinnya.

Maka penting untuk memperhatikan takaran minum teh, hal ini berlaku untuk orang dewasa dan terlebih untuk anak-anak.

Jika anak di rumah sudah terbiasa minum teh ada baiknya mulai memperhatikan porsi maupun cara menyeduhnya.

Sebab minum teh jika dilakukan dengan benar akan sangat bermanfaat bagi kesehatan si kecil. Namun, sudahkah Anda tahu aturan terkait pemberian teh pada buah hati?

Aturan Minum Teh untuk Anak agar Lebih Bermanfaat

Minum teh akan memberi manfaat baik bagi kesehatan anak, sebab mengandung antioksidan alami.

Antioksidan akan membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga anak tidak mudah sakit.

Hanya saja porsi atau takaran minum teh untuk anak-anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa.

Berikut beberapa detail aturan minum teh untuk kalangan anak-anak yang terbilang aman:

Cukup 1-2 Cangkir Per Hari

Minum teh bagi orang dewasa dianjurkan antara 1-4 cangkir dalam sehari, namun jika diminum anak-anak maka cukup separuhnya saja.

Yakni antara 1-2 cangkir saja per harinya yang tentu perlu diberi jarak. Sebab anak memiliki tubuh dan pencernaan yang lebih kecil, sehingga takaran ini mencegah porsinya berlebihan.

Memberi asupan teh secara berlebihan ke anak akan memicu berbagai keluhan atau efek samping.

Misalnya saja mengalami anemia, karena teh mengandung tanin yang bisa mencegah penyerapan zat besi.

Zat besi diperlukan tubuh anak untuk membentuk sel darah merah, jika terganggu penyerapannya maka akan menyebabkan kadar darah merah berkurang dan akibatnya mengalami anemia.

Aturan Minum Teh untuk Anak Adalah Tidak Terlalu Pekat

Secara umum menyeduh teh untuk orang dewasa dianjurkan 3-4 menit untuk mendapatkan kepekatan atau tingkat kekentalan yang pas.

Hal ini tidak berlaku untuk penyeduhan teh yang ditujukan ke buah hati, dianjurkan untuk tidak terlalu pekat.

Tidak harus sampai berubah warna menjadi kemerahan atau kehitaman, cukup kekuningan saja.

Lebih mudah adalah menyeduhnya selama 1-2 menit saja untuk mencegahnya terlalu kental atau pekat.

Teh yang terlalu pekat memiliki kadar kafein lebih tinggi dibanding yang sebaliknya, sehingga kurang bagus bagi kesehatan si kecil.

Kecuali jika si kecil mengalami diare, memberi seduhan teh hitam yang diseduh 3 menit akan memberi hasil lebih baik.

Saat diare, baik anak diatas enam tahun atau balita sekalipun bisa diberikan teh sebagai cara alami mengatasi masalah pencernaan tersebut.

Kandungan kafein dalam teh bisa membantu melancarkan pencernaan dan efektif pula untuk mengatasi masalah pencernaan.

Langkah ini tentu lebih aman karena alami dibanding memberi obat-obatan pada balita Anda.

Bisa Diberikan untuk Anak Usia Berapapun

Ada kalanya Anda merasa takut untuk memberikan teh pada anak, sebab banyak pakar kesehatan yang masih berdebat soal ini.

Namun bisa memilih bermain aman dengan membatasi jumlah asupan teh, yakni maksimal 2 cangkir yang dijelaskan sebelumnya.

Prinsip ini akan aman untuk diterapkan pada anak di usia berapapun, sebab teh aman untuk semua kalangan usia.

Point penting selanjutnya adalah cara menyeduhnya, usahakan tidak menambahkan gula agar anak tidak berpotensi mengalami kenaikan gula darah.

Selain itu mencegah anak lebih menyukai minuman manis yang tentu bisa menjadi kebiasaan tidak sehat saat dewasa.

Tidak kalah penting adalah memilih teh berkualitas agar tidak mengandung campuran bahan lain.

Harga teh hijau, teh putih, maupun teh jenis lain dalam kualitas premium memang lebih mahal.

Namun akan sebanding dengan manfaat yang ditawarkan teh tersebut. Apalagi memiliki rencana untuk memberikannya pada buah hati, tentu wajib dijamin kesehatan dan kualitasnya.

Tidak Berdekatan Jam Makan

Aturan berikutnya adalah soal jadwal pemberian teh, sangat dianjurkan untuk tidak mendekati atau bersamaan dengan jam makan.

Si kecil memerlukan asupan nutrisi dari makanan apapun yang dikonsumsi. Memberikan teh bisa menghambat penyerapan nutrisi tersebut karena teh secara alami memiliki karakter demikian.

Sama halnya dengan pemberian susu, anak Anda sebaiknya tidak diberi teh sesaat setelah minum susu. Kandungan kalsium di dalam susu akan sulit diserap tubuh jika minum teh dalam waktu berdekatan.

Jadi, cari waktu yang memang jauh dari jam makan atau minum susu agar anak mendapatkan nutrisi maksimal dari menu yang disantapnya. Misalnya saja diberi jeda 1 jam atau bahkan lebih.

Minum teh aman untuk anak-anak, selama memperhatikan beberapa aturan di atas. Memberikan teh secara teratur dapat membantu memberikan asupan antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan anak.

Kualitas teh terbaik akan memberi asupan antioksidan lebih tinggi, jadi utamakan teh premium. Anda bisa memesannya di Daun Seduh yang memang ahlinya dalam menyediakan teh kualitas premium.

Related Posts

Leave a comment

%d blogger menyukai ini: