jangan minum teh setelah makan

Jangan Minum Teh Setelah Makan agar Terhindar dari Efek Negatif Berikut

Pernahkah mendengar larangan untuk jangan minum teh setelah makan atau sesaat setelah makan maupun di tengah-tengah makan?

Larangan ini dijamin cukup mudah dijumpai, dan tidak tertutup kemungkinan disampaikan orang terdekat. Kira-kira apa alasan dari larangan ini, atau benarkah larangan ini sebaiknya dilakukan atau dipraktekan?

Kenapa Ada Larangan Jangan Minum Teh Setelah Makan?

Semua orang di negara +62 alias Indonesia dijamin sangat akrab dengan minuman bernama teh. Minuman ini sudah dikenal lama di tanah air dan bahkan menjadi teman makan bagi nyaris semua orang.

Bahkan teh disebut-sebut sebagai pesaing berat dari air putih dan kopi yang juga menjadi teman saat makan.

Minum teh bisa dikatakan kebiasaan kompleks, berbeda dengan air putih yang sebanyak dan sesering apapun diminum.

Nantinya akan merasakan efek positif tanpa efek samping, kecuali jika Anda memiliki kondisi medis tertentu yang membuat minum air perlu dibatasi.

Sebagai contoh untuk Anda yang mengalami gangguan kesehatan ginjal atau bahkan sudah rutin cuci darah. Maka asupan air putih perlu ditakar dan bahkan dibatasi sekian mili per jam atau per hari.

Minum teh yang meski sudah menjadi kebiasaan sekian ratus tahun oleh masyarakat Indonesia, ternyata memiliki aturannya.

Teh yang juga dikenal punya segudang manfaat bagi kesehatan memiliki aturan klimaks yang wajib dipahami.

Yakni perlu mengkonsumsinya dengan wajar dan menghindari melebihi ambang batas maksimal.

Sekalipun manfaat yang ditawarkan ada segunung, namun ketika sudah diminum melebihi takaran yang dianjurkan para pakar kesehatan.

Maka manfaat tersebut menjadi kurang efektif, dan pada kondisi tertentu malah menjadi boomerang.

Yakni memicu masalah kesehatan, mulai dari yang ringan seperti diare sampai yang serius seperti memicu kanker.

Apakah harus berhenti minum teh? Tentunya tidak, karena apapun yang masuk ke dalam tubuh sejatinya punya dua efek. Pertama, tentu saja efek positif dan berikutnya adalah efek negatif.

Contoh sederhananya seperti makanan sehat, kombinasi sempurna antara protein, karbohidrat, serat, dan lain-lainnya.

Ketika porsi asupannya tepat maka tubuh akan sehat dan mampu menyerap nutrisi bermanfaat dari makanan tersebut. Namun, jika sudah berlebihan maka rentan mengalami obesitas.

Pada akhirnya tubuh yang kegemukan justru rawan menderita penyakit. Jadi, makanan dan minuman sehat selama dikonsumsi dengan benar bisa menekan efek negatifnya.

Tidak peduli jenis dari makanan dan minuman tersebut, hal ini berlaku juga untuk teh. Baik itu teh hitam, teh putih, maupun jenis yang lainnya.

Efek Mengabaikan Larangan Jangan Minum Teh Setelah Makan

Salah satu larangan dalam minum teh selain dianjurkan untuk tidak berlebihan, yakni maksimal 4 cangkir saja dalam sehari. Adalah adanya larangan untuk tidak meminumnya saat atau setelah makan. Mengapa?

Sebab teh jenis apapun mengandung antioksidan seperti tanin yang ketika bertemu dengan makanan di saluran pencernaan akan mengganggu penyerapan zat besi.

Jika sudah terbiasa dengan kebiasaan kurang bagus ini maka tubuh akan rawan mengalami kondisi kekurangan zat besi.

Masalah kesehatan seperti anemia yang memicu gangguan tidur, kelelahan yang sangat, dan lain sebagainya akan ikut dialami.

Lantas, bagaimana mencegahnya? Sudah tentu dengan meminumnya setelah satu atau dua jam selesai makan.

Selain memberi efek kekurangan zat besi, mengabaikan larangan ini juga memicu masalah lainnya. Diantaranya adalah:

Mengganggu Penyerapan Protein

Melalui The Journal of Nutritional Biochemistry diketahui adanya penelitian tentang kebiasaan atau aktivitas minum teh selama dan setelah makan.

Penelitian ini menunjukan jika konsumsi teh di dua waktu tersebut dapat menghambat penyerapan protein dan zat besi dari makanan yang dikonsumsi.

Sehingga minum teh selama dan selepas makan tidak hanya memicu gangguan penyerapan zat besi saja namun juga protein.

Gangguan ini disebabkan oleh kandungan tanin dan juga polifenol yang secara alami terdapat di dalam daun teh. Konsumsinya dalam jangka panjang tentu akan memicu masalah kesehatan.

Pasalnya, protein maupun zat besi memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi organ-organ dan sistem di dalam tubuh.

Mulai dari pembentukan jaringan, pembentukan sel, meningkatkan daya tahan tubuh, dan juga memproduksi darah yang mengandung oksigen tinggi.

Mengabaikan Jangan Minum Teh Setelah Makan Memicu Malnutrisi

Mengabaikan larangan untuk tidak minum teh di jam makan atau sesaat setelah makan juga memicu kondisi malnutrisi.

Sebab teh memiliki sifat mengikat nutrisi, sehingga tak hanya mengikat protein dan zat besi saja.

Namun juga kandungan nutrisi lain di dalam makanan yang tentunya bisa memicu malnutrisi.

Anda sudah makan dengan benar dan porsinya tepat, namun hanya terbiasa disantap bersama secangkir teh tubuh mengalami malnutrisi.

Jadi, hindari kebiasaan ini untuk Anda yang ingin punya tubuh sehat, segar, dan bugar.

Kandungan Antioksidan Berkurang

Minum teh di tengah makan atau sesaat setelah makan adalah sesuatu yang dilarang. Selain menyebabkan anemia dan malnutrisi juga merusak kandungan baik di dalam teh itu sendiri, yakni antioksidan.

Padahal jika teh diminum dengan waktu yang tepat maka antioksidan ini sangat baik bagi kesehatan tubuh.

Antioksidan alami di dalam teh efektif meningkatkan daya tahan tubuh, melindungi kesehatan jantung, menjaga kesehatan ginjal, mencegah kanker, melancarkan peredaran darah, dan lain sebagainya.

Jadi, jangan asal diminum namun minumlah teh di waktu-waktu terbaik agar manfaat antioksidannya maksimal terserap oleh tubuh.

Beresiko untuk Kesehatan Janin dan Ibu Hamil

Kebiasaan minum teh tentu akan mendarah daging yang artinya terbawa sampai kapanpun, termasuk ketika sedang hamil.

Kebiasaan makan ditemani segelas es teh atau teh hangat memang terasa nikmat, apalagi saat sedang hamil dan nafsu makan menurun. Kehadiran teh di meja makan bisa menjadi booster agar nafsu makan kembali naik.

Namun, selama hamil sebaiknya tidak melakukan tindakan tersebut karena nantinya memunculkan resiko bagi kesehatan ibu hamil maupun janin dalam kandungan.

Sifat teh yang mengikat protein dan zat besi sehingga tubuh kesulitan menyerap keduanya. Jika berlangsung selama hamil akan meningkatkan resiko menjadi lebih kompleks.

Tubuh ibu hamil memerlukan asupan zat besi yang lebih lumayan dibanding saat sebelum hamil. Apa resiko jika kekurangan zat besi selama hamil?

Resiko dari ibu bisa mengalami kelelahan berlebihan, sering pusing, dan lebih mudah terserang infeksi atau jatuh sakit.

Sedangkan untuk janin bisa meningkatkan resiko lahir dengan berat badan yang kurang, sehingga mudah untuk sakit atau bahkan meninggal setelah lahir.

Menyebabkan Dehidrasi

Rasa segar menyeruput es teh maupun teh hangat setelah makan memang membuat lidah dimanjakan. Namun kesegaran ini hanya sementara, karena kebiasaan ini justru bisa menyebabkan dehidrasi.

Hal ini dapat terjadi karena sebenarnya secara alami teh memiliki sifat diuretik, yakni meningkatkan keinginan untuk buang air kecil.

Jika terlalu sering buang air kecil maka tubuh akan mudah dehidrasi yang nantinya memicu masalah kesehatan lebih kompleks.

Pasalnya dehidrasi bisa menyebabkan tubuh lemas, mudah mengantuk, mengalami sembelit, dan juga sakit kepala.

Aktivitas minum teh pada dasarnya menyehatkan berkat kandungan antioksidan dan nutrisi lain di dalamnya.

Mendapatkan efek sehat ini ternyata ada aturan minumnya, salah satunya minum di luar jam makan. Paling tidak beri jeda antara satu sampai dua jam setelah makan baru menikmati secangkir teh favorit.

Bicara mengenai teh favorit, Anda suka jenis teh yang mana? Ada baiknya selalu mengutamakan teh premium dari Daun Seduh untuk manfaat lebih baik.

Sebab kualitas grade I yang dihadirkan memberikan asupan antioksidan dan nutrisi lain dalam jumlah lebih tinggi.

Kami menyediakan beberapa varian teh, baik itu teh hijau maupun teh putih dan teh hitam. Silahkan cek varian produk kami tersebut di website.

Jika tertarik silahkan hubungi customer service kami untuk pemesanan ataupun tanya-tanya dulu terkait harga teh hijau, manfaat teh putih, maupun info lainnya.

Related Posts

Leave a comment

%d blogger menyukai ini: