klasifikasi daun teh

Klasifikasi Daun Teh Agar Lebih Kenal Beragam Jenis-Jenis Teh

Siapa yang sudah tahu, klasifikasi daun teh? Jika dilihat secara awam, teh satu sama lain seperti tak ada bedanya alias sama saja. Namun, tahukah Anda bahwa sebetulnya teh memiliki beragam jenis, yang lahir dari dua jenis varietas utama?

Tanaman Teh yang dalam bahasa latin memiliki nama Camellia sinensis. Merupakan salah satu jenis tanaman yang biasa ditanam dan tumbuh di kawasan dataran tinggi yang dingin atau sejuk.

Tanaman ini dapat hidup di iklim tropis maupun sub tropis. Indonesia sendiri, saat ini termasuk dalam 10 negara penghasil teh terbesar di dunia.

Rupanya tak hanya dari varietas tanaman teh yang berbeda, meski menanam satu varietas yang sama di lokasi berbeda. Maka bisa menghasilkan kualitas teh yang berbeda bahkan dari segi rasa sampai hasil seduhan akan dijumpai perbedaan.

Inilah alasan terdapat daerah-daerah khusus di tanah air yang dikenal penghasil teh berkualitas, ada pula yang sebaliknya.

Varietas Tanaman Teh Dalam Klasifikasi Daun Teh

Ada dua varietas teh yang dikenal dengan nama sinensis dan assamica. Keduanya memiliki perbedaan karakter, mulai dari bentuk daun, rasa, dan aroma. Agar dapat mengenal keduanya lebih dalam, berikut perbedaan detailnya.

Untuk mengenal lebih jauh tentang klasifikasi tanaman teh, memang bukan hal yang mudah. Terutama bagi masyarakat awam, yang hanya sekedar mengenal kata peminum teh.

Padahal, dengan mengetahui karakter dari setiap jenisnya, Anda dapat menemukan perbedaan kenikmatan saat meminum dan menghirup aromanya.

Berdasarkan asalnya, sinensis datang dari tanaman teh cina dengan karakter khas rasa yang light (ringan), warna yang lebih jernih, dan aroma yang harum segar.

Sedangkan Assamica datang dari teh India, dengan ciri khas rasa yang lebih pekat, warna yang lebih gelap, dan aroma kayu maupun tanah yang kuat. Jenis sinensis ini merupakan salah satu jenis teh yang banyak ditemukan di pasaran Indonesia.

Namun demikian, kedua varietas ini sama-sama dapat menghasilkan berbagai jenis teh. Hanya saja, dengan bentuk morfologi yang berbeda-beda.

Jika sinensis memiliki bentuk daun yang lebih kecil dan runcing, maka assamica daunnya lebih besar dengan batang yang lebih kuat.

Klasifikasi Daun Teh dengan Karakternya Masing-masing

Setelah mengetahui asal usul varietasnya, maka klasifikasi pun dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut detail informasinya:

Klasifikasi Daun Teh Jenis Teh Hitam

Teh hitam merupakan salah satu jenis teh yang paling banyak ditemukan di masyarakat. Berbagai jenis merk daun teh kemasan yang beredar dipasaran, diambil dari jenis teh hitam.

Berasal dari varietas assamica dan beberapa assamica. Teh hitam sendiri melalui proses fermentasi dengan tahapan lebih panjang dibanding teh hijau maupun teh oolong.

Inilah alasan mengapa teh ini secara fisik berwarna kehitaman dan hasil seduhannya pun kemerahan. Cita rasanya yang sedikit asam dan sepat membuatnya cocok di lidah orang Indonesia, dan punya banyak penggemar.

Klasifikasi Teh dari Teh Hijau

Kemudian, adapula Teh hijau. Jika dibandingkan dengan teh hitam, teh hijau memiliki kadar kafein yang lebih rendah. Sebab hanya melalui satu kali proses pengeringan dan tidak mengalami fermentasi.

Tak heran, jika teh hijau memiliki tampilan warna yang lebih cerah, layaknya daun teh yang dikeringkan namun masih menyisakan warna hijau daun. Hasil seduhannya pun lebih cerah dan nyaris kehijauan dan kekuningan.

Teh hijau sendiri kemudian dibedakan proses pembuatannya, ada yang dikukus ada pula yang diseduh. Masing-masing memiliki cita rasa khas karena teh hijau kukus cenderung lebih ringan dan tidak terlalu pahit.

Berbeda dengan teh hijau sangrai yang lebih pekat rasa tehnya dan yang paling cocok untuk diet, karena bisa merangsang pembakaran lemak.

Jenis Teh Putih

Jika membicarakan jenis teh yang harganya mahal dijamin teh putih selalu masuk ke dalam pembicaraan tersebut. Teh jenis ini hanya diambil dari pucuk tanaman teh yang daunnya masih menggulung sehingga punya bulu-bulu halus.

Daun teh yang menggulung ini ternyata tinggi antioksidan sehingga membuatnya cocok untuk program kehamilan alami para pasutri. Teh putih juga tidak mengalami fermentasi dan hanya dikeringkan sebentar dan hasilnya memiliki warna keperakan.

Hasil seduhannya pun nyaris tidak berwarna, hanya ada semburat kekuningan yang tipis.

Teh Oolong

Terakhir adalah teh oolong yang juga memiliki warna kehijauan segar sekalipun daun tehnya sudah dikeringkan. Hasil seduhannya pun cenderung lebih cerah dan rasa sepatnya terbilang tipis.

Sangat cocok dipilih untuk Anda yang baru memulai langkah mengenal teh di dunia. Sebab dijamin ramah di lidah Anda yang tidak suka minuman sepat dan pahit.

Teh oolong sendiri tidak mengalami proses fermentasi namun proses pengolahannya lebih panjang dibanding teh hijau. Perbedaan proses pengolahan inilah yang membuatnya memiliki cita rasa khas dan demikian pula dengan manfaatnya.

Namun teh oolong juga bagus untuk diet sekaligus membantu menstabilkan kadar kolesterol dan gula darah.

Jenis teh yang beragam tentu penting untuk dikenali, karena masing-masing punya cita rasa sampai manfaat yang berbeda. Menariknya satu tanaman teh yang sama bisa menghasilkan semua jenis-jenis teh tersebut.

Sebab masing-masing teh dihasilkan dari bagian daun yang berbeda, misalnya teh putih dari bagian pucuk dan teh hitam dari daun terlebar keempat dihitung dari pucuk.

Kualitas teh juga sangat ditentukan oleh hasil panen sampai proses pengolahannya. Memastikan Anda mendapatkan kualitas terbaik maka bisa memesan teh di Daun Seduh.

Related Posts

Leave a comment

%d blogger menyukai ini: