perbedaan teh hitam dan teh hijau

Perbedaan Teh Hitam dan Teh Hijau yang Wajib Diketahui

Budaya minum teh sering dikaitkan dengan gaya hidup orang Cina dan Jepang. Memang, tanaman ini pertama kali dibudidayakan di dua negara Asia ini. Negara Jepang dan Cina terdapat beberapa jenis teh, mulai dari teh putih, teh hitam, hingga teh hijau. Nah, kali ini yang akan dibahas mengenai perbedaan teh hitam dan teh hijau.

Mengenal Lebih Dalam Perbedaan Teh Hitam dan Teh Hijau

Dua jenis teh yang cukup populer termasuk di Indonesia. Jangan mengaku pecinta teh jika Anda belum mengetahui perbedaan antara jenis teh hitam dengan teh hijau. Simak pembahasannya berikut ini:

Perbedaan Teh Hitam dan Teh Hijau dari Proses Pembuatan

Teh hitam maupun teh hijau sama-sama diproses dari daun teh. Bedanya, teh hitam diproses melalui penjemuran dan fermentasi.

Sehingga, daun teh menjadi kehitaman setelah kering. Jadi, saat diseduh, air teh yang dihasilkan terlihat merah kecoklatan. Jika diseduh dengan air mendidik, airnya akan terlihat lebih pekat.

Sebaliknya, teh hijau dibuat tanpa melalui proses penjemuran dan fermentasi. Hal ini bertujan untuk mempertahankan keutuhan kadar anti-oksidan yang terkandung di dalam daun teh.

Tanpa proses pengeringan membuat daun teh tetap hijau dan air teh yang dihasilkan juga tetap hijau atau cenderung terang.

Kandungan Antioksidan

Seperti dibahas di atas, tidak adanya proses pengeringan dan fermentasi membuat kandungan antioksidan pada teh hijau tetap terpelihara.

Jadi, bisa ditebak jika kadar antioksidan pada teh hijau lebih tinggi dibanding teh hitam.

Tahukah Anda apa itu antioksidan? Antioksidan yang terkandung dalam teh hijau dan teh hitam adalah senyawa yang kaya manfaat untuk mencengah dan meminimalisir resiko penyakit berbahaya.

Seperti kanker, penyakit jantung, Alzheimer, dan Parkinson. Sebab efektif menangkal serangan radikal bebas.

Kandungan Polifenol

Proses fermentasi pada teh hitam justru menghasilkan sejenis polifenol bernama theaflavins dan thearubiger.

Zat ini baik untuk melindungi sistem pencernaan. Menurut penelitian, proses fermentasi menyumbang 3-6% dari total kandungan polifenol pada teh hitam.

Jadi, kandungan theaflavins pada teh hitam lebih tinggi dibanding teh hijau. Bahkan, serangkaian proses fermentasi inilah yang menghasilkan warna merah kehitaman pada teh hitam.

Anda mungkin heran, “Polifenol ini zat apa pula?” Zat ini justru bekerja untuk menunjang produksi antioksidan alami dalam tubuh, melindungi kerusakan akibat radikal bebas, mengurangi kadar kolesterol, menurunkan zat glukosa dalam darah, serta melindungi pembuluh darah, dan fungsi jantung tetap normal.

Kandungan Kafein

Satu lagi perbedaan teh hitam vs teh hijau adalah kandungan kafein, yakni zat stimulan yang baik untuk membuat Anda tetap terjaga.

Sekali lagi, proses fermentasi pada teh hitam membuatnya mengandung kafein lebih tinggi. Menurut studi, kandungan kafein pada teh hitam berkisar antara 42 hingga 72 mg per cangkirnya.

Sebaliknya, kandungan kafein teh hijau diperkirakan hanya sekitar 9-50 mg per cangkir.  Jika Anda minum teh agar bisa lebih berkonsentrasi, maka teh hitam adalah pilihannya.

Sebaliknya, teh hijau lebih cocok diminum malam hari untuk menghasilkan rasa tenang dan nyaman.

Kandungan Fluoride

Diketahui jika zat bernama fluoride ini baik untuk menjaga kesehatan gigi. Teh hitam mengandung kadar fluoride lebih tinggi dibanding teh hijau.

Sekali lagi, kandungan zat ini diperkirakan meningkat selama proses fermentasi.

Inilah 5 perbedaan antara teh hijau dan juga dengan black tea atau teh hitam yang menarik untuk diketahui. Setelah mengetahui perbedaannya maka akan mengetahui manfaat keduanya bagi tubuh dan kecantikan.

Nantinya bisa memilih teh mana yang sesuai dengan kebutuhan maupun selera.

Related Posts

Leave a comment

%d blogger menyukai ini: