teh melati

Teh Melati, Fakta dan Asal-Usulnya yang Ternyata Menarik

Teh melati merupakan salah satu jenis teh yang mempunyai ciri khas wangi tersendiri. Teh ini sendiri adalah minuman teh yang diramu bersama dengan bunga melati (Jasmine).

Teh ini pertama kali muncul di zaman Dinasti Song pada tahun 960-1279 M. Tidak hanya memiliki aroma wangi yang khas, namun juga menawarkan rasa manis lembut.

Teh dengan campuran kuntum melati ini juga digolongkan dengan jenis teh yang tidak kuat dan lebih mudah untuk dinikmati. Wangi bunga melatinya akan langsung tercium, saat pertama kali Anda menyeduhnya.

Lalu bagaimana sejarah lengkap tentang teh yang satu ini?

Asal Usul Teh Melati

Teh yang dicampur dengan kuntum bunga melati lebih akrab dijumpai di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kehadiran teh jenis ini dimulai sejak masa pendudukan kolonial Belanda di tanah air.

Pada masa tersebut Belanda memutuskan menanam tanaman teh di beberapa daerah pegunungan di Indonesia. Ada ratusan hektar tanah perkebunan mampu menghasilkan teh dengan kualitas bagus.

Teh bermutu tinggi ini kemudian diekspor oleh Belanda untuk dikirimkan ke Belanda maupun negara lainnya. Sementara penduduk pribumi hanya bisa menikmati teh dengan kualitas rendah.

Daun teh bercampur dengan batang dan sebagian besar sudah hancur menjadi bubuk.

Namun siapa sangka, kreatifitas masyarakat pribumi menciptakan teh yang sangat populer sampai sekarang. Buruknya kualitas seduhan teh membuat masyarakat menambahkan beberapa kuntum bunga melati agar lebih harum.

Rupanya tindakan ini mampu menjadikan hasil seduhan lebih nikmat begitupun dengan aromanya.

Sejak saat tersebut, teh pun diproduksi terus menerus dan semakin besar untuk dicampurkan dengan bunga melati. Keberadaannya pun masih dikenal luas dan populer sampai detik ini.

Bahkan sama terkenalnya dengan teh hijau, yang menjadi minuman favorit semua kalangan.

Fakta-fakta Menarik Dibalik Teh Melati

Selain memiliki aroma yang khas, teh jasmine juga banyak menyimpan fakta-fakta menarik yang masih jarang diketahui. Simak penjelasannya di bawah ini:

Teh Melati Kaya Akan Antioksidan

Teh yang sangt populer ini terbuat dari daun teh yang dikombinasikan dengan bunga melati dan memiliki kandungan antioksidan tinggi. Jenis antioksidan yang paling banyak ditemui di jasmine tea ini adalah catechins.

Antioksidan tersebut bekerja mendeteksi dan menghancurkan zat-zat berbahaya akibat radikal bebas, yang bisa memicu timbulnya berbagai macam penyakit.

Selain itu juga memperkuat daya tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit, asalkan diminum rutin dan diseduh dengan benar.

Bagus untuk Kecantikan Wajah dan Kulit

Wanita pasti tidak lepas dari kosmetik serta perawatan wajah. Namun terkadang, penggunaan kosmetik yang berlebih bisa menimbulkan jerawat, bintik hitam, komedo dan sebagainya.

Teh yang sudah dicampur dengan melati adalah solusi yang paling tepat untuk permasalahan tersebut. Dimana, Teh ini kaya akan senyawa aktif seperti, benzyl benzoate, asam benzoate, dan benzaldehida.

Kandungan ini mampu mengatasi permasalahan kulit, melembabkan, dan membuat kulit lebih kenyal.

Menghilangkan Bau Badan

Fakta terakhir yang tidak banyak orang ketahui, adalah teh jasmine bisa mengurangi bau badan secara alami. Namun pastikan mengkonsumsi secara rutin, minimal 1 gelas atau cangkir setiap hari.

Jika tubuh terhindar dari bau badan, maka kepercayaan diri akan meningkat dengan sendirinya.

Sangat cocok bagi Anda yang selama ini punya keluhan bau badan, dan jika tidak menemukan solusi dengan berbagai usaha. Barangkali bisa sangat berjodoh dengan rutin minum teh jenis ini.

Tidak ada salahnya dicoba, apalagi minum teh sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia.

Kebiasaan minum teh tak hanya menjadi kebiasaan semata, ketika diseduh dengan benar dan diminum rutin. Maka terdapat banyak manfaat bisa dirasakan dan hal ini tidak hanya berlaku untuk teh hijau saja.

Namun untuk semua jenis teh termasuk yang sudah dicampur dengan bunga jasmine.

Teh jasmine juga kaya manfaat dan sudah dijelaskan di atas, jadi tidak ada salahnya utnuk rutin menikmatinya.

Related Posts

Leave a comment

%d blogger menyukai ini: