teh yang tidak mengandung kafein

Teh yang Tidak Mengandung Kafein, Berikut Pilihannya

Bagi siapa saja yang khawatir minum teh karena kandungan kafein di dalamnya, bisa mencoba teh yang tidak mengandung kafein. Rupanya ada beberapa teh yang beredar di pasaran bebas dari kandungan tersebut.

Sehingga bisa dijadikan pilihan bagi Anda yang sedang berupaya menjauhi kafein karena satu dan lain hal.

Kafein diketahui membuat seseorang terjaga, tidak masalah jika masuk ke tubuh di siang hari. Namun lain halnya jika asupan kafein ini dilakukan di waktu malam karena bisa jadi malah menyebabkan insomnia.

Belum lagi bagi penderita maag, asupan kafein secara berlebih bisa memperparah kondisi pencernaan.

Meskipun kandungan kafein di dalam teh lebih rendah dibandingkan dengan kopi, tetap saja dianjurkan untuk tidak berlebihan. Jika sangat sensitif terhadap kafein maka sebagai alternatif bisa mengkonsumsi jenis teh yang bebas kafein.

Jenis-Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Teh adalah minuman sehari-hari yang biasa mendampingi aktivitas seseorang. Mulai dari pendamping sarapan sampai menjadi minuman untuk momen relaksasi.

Teh yang umum dikonsumsi antara lain, teh hitam dan teh hijau yang kaya akan antioksidan. Beberapa juga memilih rutin menyeduh teh oolong dan juga teh putih alias white tea.

Jenis-jenis teh ini pada dasarnya terbuat dari tumbuhan yang sama yakni Camellia Sinensis. Hanya saja bagian tanaman teh yang diambil berbeda-beda, sehingga memberikan ciri khas dari rasa, aroma, sampai khasiat.

Maka ketika hendak mencoba teh di pasaran kenali dulu kebutuhan supaya bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh. Pertimbangan lainnya adalah dari segi rasa, jika sudah cocok dengan satu jenis teh maka bisa kontinyu menikmatinya.

Apapun jenis teh yang disebutkan di atas pada dasarnya mengandung kafein, terutama yang difermentasi seperti black tea. Bagi Anda yang mencari teh bebas kafein maka berikut rekomendasinya:

Teh Chamomile Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Teh ini menjadi salah satu jenis teh yang tidak memiliki kandungan kafein di dalamnya. Sesuai dengan namanya, teh chamomile terbuat dari bunga chamomile yang dikeringkan.

Teh ini mempunyai efek baik bagi kesehatan tubuh, yaitu membuat tidur lebih nyenyak dan bisa meredakan kecemasan yang dirasakan.

Medical Center Universitas Maryland di Amerika Serikat menyarankan cara membuat teh chamomile. Yakni dengan memasukkan 3 sendok teh bunga chamomile kering lalu tuangkan air ke dalam cangkir, dan diamkan selama 15 menit. Siap dinikmati.

Teh dari Daun Mint

Berbeda dengan teh yang dicampur bunga chamomile, teh herbal yang satu ini komposisi utamanya adalah daun mint yang sudah dikeringkan. Teh ini sama sekali tidak mengandung kafein.

Daun mint yang diracik menjadi teh memiliki rasa segar dan sedikit manis ketika diminum. Teh herbal mint ini berguna untuk meredakan sakit perut dan sesak nafas pada tubuh.

Sedangkan untuk ibu hamil dan yang mempunyai penyakit asam lambung tidak dianjurkan untuk mengonsumsi teh herbal yang satu ini.

Teh Jahe

Teh jahe adalah salah satu jenis teh yang tidak mengandung kafein. Teh herbal ini menggunakan akar jahe sebagai komposisi utamanya. Teh jahe ini secara alami tidak mengandung kafein, dan berguna untuk meredakan mual maupun sakit perut.

Akar jahe bisa diperoleh di supermarket atau di toko herbal sekitar. Cara membuatnya adalah dengan memasukkan potongan akar jahe sebesar ruas jari, lalu tuangkan air panas dan diamkan selama beberapa menit. Setelah itu, teh siap untuk di minum.

Teh Artemisia (Worm Wood)

Teh bernama artemisia ini memiliki sejumlah manfaat, seperti membantu menghangatkan tubuh dan membantu proses detoksifikasi.

Artemisia sudah digunakan sebagai salah satu bahan teh sejak dulu. Selain mengandung mineral ada juga kandungan vitamin dan zat besi, teh ini juga mengandung klorofil dan tanin. Klorofil mampu membersihkan darah serta memiliki efek bakterisida.

Lalu, tanin memberikan efek detoksifikasi dengan menekan kehadiran zat asing yang dapat menimbulkan gejala alergi atau biasa disebut dengan histamin. Kemudian membuang zat yang membahayakan tersebut dari tubuh secara alami, baik melalui feces maupun urin.

Jika Anda memiliki alergi terhadap artemisia, sebaiknya tidak mengkonsumsi minuman ini. Apabila Anda sedang mengkonsumsi obat dari dokter, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu.

Tanyakan aman tidaknya mengkonsumsi teh ini bersamaan dengan konsumsi obat yang diresepkan secara teratur.

Jika selama ini hanya mengetahui teh mengandung kafein, ternyata tidak semua teh memiliki kandungan tersebut. Meski sebagian besar teh bebas kafein ini bukan berasal dari tanaman teh. Namun soal manfaat sampai cita rasa tetap bisa dipertimbangkan untuk dikonsumsi rutin.

Umumnya teh-teh tersebut masih merupakan produk import dan sulit ditemukan di pasaran tanah air kecuali di supermarket besar.

Sebenarnya konsumsi teh yang di dalamnya terkandung kafein tetap aman selama tidak berlebihan. Hasil lebih baik jika mengkonsumsi teh kualitas premium karena kandungan kafein dan tanin lebih rendah.

Sehingga Anda tetap nyaman menikmati seduhan teh yang cita rasanya tetap memanjakan lidah. Dimana bisa mendapatkannya? Tentunya di Daun Seduh yang senantiasa menyajikan teh kualitas premium.

Related Posts

Leave a comment

%d blogger menyukai ini: